Kecewa #4

 

Dalam bahasa Indonesia,
Kita menyebutnya ‘kecewa’
Tapi dalam puisi
Tertulislah nama-nama perempuan
yang hanya disebut
saat kampanye.

Setelahnya,
mereka kembali ke dapur,
ke luka,
ke sunyi.

Undang-undang
yang katanya melindungi
hanya berdiri di atas kertas
bukan di atas tubuh
yang luka untuk kesekian kali.

Sejarah pun demikian
yang seharusnya jelas dan tuntas
diretas
demi lindungi segelintir kelas.