Dalam bahasa Indonesia,
Kita menyebutnya ‘kecewa’
Tapi dalam puisi
Ini cerita tentang petani
Diberi pupuk mahal dan janji murah.
Ini cerita tentang tanah
Terus memberi
Meski pemerintah
Tak pernah benar-benar kembali.
Karena ladang itu
tidak pernah ingkar.
Yang ingkar
Adalah negara.