Kecewa #14

 


Dalam bahasa indonesia,
Kita menyebutnya kecewa.
Tapi dalam puisi,
Mari tulis nama-nama kampung
Yang hilang dari peta
Karena tanah mereka diubah jadi proyek.

Tak ada lagi sawah,
Hanya pagar.
Tak ada lagi warung,
Hanya tower.

Dan ketika kami menangis,
mereka berkata:
“Ini untuk kemajuan.”

Padahal yang tumbuh
Hanya bangunan.
Bukan kami.