Mengaku Waras
Akhirnya nulis lagi…
Selamat datang, ini tempat saya menepi dari hiruk pikuk dunia yang katanya makin maju tapi rasaya makin lucu.
Saya Topan Pramukti. Dulu jurnalis, sekarang jadi aparatur. Kalau
dulu hidup mengejar berita dan deadline, sekarang jauh lebih mudah, yang
dikejar hanya absensi. Naik gaji? Ah gak kepikir, yang penting gak salah
stempel dulu.
Blog ini lahir bukan karena saya rindu jadi wartawan. Saya
cuma muak jadi penonton.
Muak lihat pejabat pura-pura kerja padahal sibuk selfie.
Muak sama rakyat yang teriak perubahan tapi masih milih yang sama tiap lima
tahun sekali.
Muak lihat kebenaran dipoles, kebodohan dirayakan, dan kritik dianggap
penghinaan.
Di sini, saya akan menulis apa yang saya lihat, saya dengar,
dan kadang saya tahan-tahan karena takut dikira kurang ajar.
Tapi tenang, ini bukan ceramah. Saya bukan ustaz, bukan politisi, apalagi
motivator.
Saya cuma orang biasa yang masih berani mikir di tengah banjir status yang cuma
bisa nyinyir.
Jadi kalau Anda tersinggung, mungkin Anda yang saya maksud.
Kalau Anda setuju, selamat—kewarasan kita mungkin masih sefrekuensi.
Ini bukan media besar. Ini cuma suara kecil dari seseorang yang
belum sepenuhnya menyerah.
Dan kalau boleh jujur: saya menulis bukan karena punya solusi. Saya menulis
karena kalau enggak, saya bisa gila.
