Dalam bahasa Indonesia,
Kita menyebutnya ‘kecewa’
Tapi dalam puisi
Ini tentang kebijakan
Turun seperti hujan
Tiba-tiba,
Deras,
Dan tanpa arah.
Kadang yang
diatur bukan masalahnya.
Kadang yang ditindak bukan pelakunya.
Kami, rakyat,
Selalu menjadi yang harus paham
Tanpa pernah diajak bicara.