Dalam bahasa
Indonesia,
Kami kecewa.
Tapi lewat puisi,
Kami menyebutnya korupsi
Tak lagi sembunyi,
Kini
Ia punya kantor, konsultan, dan konferensi pers.
Dulu maling lari,
Sekarang duduk
Diwawancarai.
Rakyat hanya bisa menonton
Sembari bertanya-tanya:
Siapa sebenarnya yang sedang dihukum?